Showing posts with label Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi. Show all posts

Wednesday, March 30, 2011

Banyak Polusi, Ilmuwan Ciptakan Pohon Buatan

[Image: <br />1343502.jpg]

Oleh: Billy A. Banggawan

Teknologi - Selasa, 22 Maret 2011 | 08:04 WIB




Di dunia modern yang penuh polusi, tampaknya menanam pohon secara alami sangat sulit. Namun kini pohon buatan dapat menjadi solusi penyedia oksigen baru.



Peneliti Colombia University di New York bekerja sama dengan Influx Studio di Paris merancang pohon buatan. Mesin mirip pohon darah naga ini dilengkapi cabang lebar dan puncak seperti payung yang berisi panel surya yang bisa mendayai pohon itu.



Gagasan pohon buatan ini muncul di Massachusetss di kompetisi pohon perkotaan Boston Treepods 2011 dan disponsori SHIFTboston. Tim perancang membuat proposal pohon perkotaan buatan ini, pohon ini akan bekerja layaknya pohon asli yang mengubah karbon dioksida menjadi oksigen tanpa perlu ditanam dalam tanah atau disirami.



“Influx Studio sedang menyusun spesifikasi dan berusaha memperoleh patennya. Diperkirakan semuanya akan selesai pada April,” kata Direktur SHIFTboston Kim Poliquin.



Untuk itu, SHIFTboston mulai mencari harga Boston Treepod itu. “Kami berharap segera memperoleh harga kompetitif untuk memproduksi prototipe-nya”.



Treepod ini terdiri dari daur botol plastik dan memanfaatkan teknik penghapusan karbon dioksida yang disebut ‘humidity swing’ yang bisa membantu membersihkan udara. Pohon buatan ini tampak seperti lampu kota futuristis dengan banyak warna.



Selain itu, pohon ini bisa menghasilkan energi dari panel surya atau dari papan jungkat-jungkit yang diciptakan untuk mainan anak-anak di dekatnya. Puritan mungkin akan menolak gagasan pohon buatan ini, namun pohon ini akan menyediakan oksigen bagi mereka.


Jepang Kembangkan Baterai Tahan 20 Tahun

undefined
TOKYO – Kebutuhan baterai yang mampu bertahan sangat lama untuk perangkat mutimedia yang kian canggih sangat dibutuhkan di era saat ini, dan nampaknya itu akan segera terpenuhi dalam waktu dekat.

Ya, sebuah perusahaan di Jepang tengah mengembangkan sebuah baterai jenis Lithium yang mampu bertahan hingga 20 tahun lamanya, walaupun digunakan untuk keadaan seekstrim apapun. Perusahaan pengembangan dan riset bernama Eamex ini mengklaim akan menciptakan baterai dengan daya tahan 10 ribu kali dicash, yang mampu bertahan sangat lama.

Dilansir melalui blog Kicking Tires, serta dikutip News Now, Selasa (9/2/2010), para peneliti di Eamex ini telah berhasil menggunakan beberapa teknik seperti proses stabilisasi dari elektroda baterai. Hal ini menempatkan tekanan yang pada timah pada baterai berkurang, sehingga membuat ikatan yang baik dengan partikel untuk memperlambat proses kerusakan.

Proses tersebutlah yang membuat baterai jenis litihum tersebut akan awet, bahkan hingga 20 tahun lamanya. Para peneliti tersebut menjanjikan baterai yang mereka buat mampu menghasilkan baterai yang berlangsung daya tahannya hingga 10 kali lebih lama daripada baterai terbaru.

Sayangnya teknologi Eamex dirancang untuk baterai yang melakukan tugas-tugas berat, seperti yang digunakan dalam mobil listrik. Tetapi bukan tidak mungkin dapat digunakan untuk hal-hal yang lebih kecil seperti ponsel, laptop dan MP3 player.


10 Alat Teknologi Yang Mendekati "Ajal"

    undefined
  1. Telepon rumah. Seperempat rumah di Amerika Serikat sudah memutus telepon rumah dan 50 persen orang yang berumur 25-29 sudah memiliki ponsel.

  2. Pager. Ternyata pager masih ada dan orang-orang dalam bidang medislah yang paling banyak memakai. Akan tetapi, permintaan akan barang penerima pesan singkat ini semakin menipis. Tinggal tunggu waktu saja sebelum punah.

  3. Pemutar DVD. Karena harga film berdefinisi tinggi terus turun, keping DVD semakin ditinggalkan. Lagipula, keping film HD, seperti Blu-ray, tidak bisa diputar di pemutar DVD.

  4. Proyektor film. Di Amerika Serikat, sudah 16 ribu layar film digital, lebih dari 5.000 bisa dipakai nonton film 3 dimensi. Proyektor digital bisa menampilkan gambar lebih bersih dan lebih tajam ketimbang proyektor film (atau sebut juga proyektor analog). Lagipula, banyak studio sudah menggunakan format digital untuk memangkas ongkos produksi film dan ongkos kirim gulungan film yang ukurannya besar ke bioskop-bioskop.

  5. Mouse komputer. Dengan jari, orang bisa memperbesar atau memperkecil gambar, orang bisa menyentuh tombol untuk menerbitkan tulisan di blog, dan kebisaan-kebisaan lain.

  6. Charger ponsel. Sudah ada tuh charger tanpa kabel. Cukup colok charger itu ke listrik, letakkan perangkat di atasnya, baterai terisi.

  7. Kartu kredit. Menurut First Data, sebuah perusahaan pembayaran, semua isi dompet dapat dimasukkan ke dalam ponsel yang memiliki RFID (radio-frequency identification). Jadi, orang membayar cukup dengan mendekatkan ponsel ke dalam sebuah mesin pembayaran.

  8. TV plasma. Teknologi LCD yang ditambah dengan teknologi LED yang hemat energi membuat TV plasma harus siap-siap pensiun.

  9. Pembaca buku elektronik. Munculnya iPad, pembaca buku elektronik sekaligus perangkat berinternet, main game, dengar musik, menonton video, dan fungsi lain, membuat pembaca buku sederhana seperti milik Amazon akan punah.

  10. iPod. Wow! Perangkat populer dari Apple ini dikanibal oleh adiknya, iPad, yang sudah jauh lebih canggih dari pada iPod.



Qatar Akan Membuat Awan Buatan Untuk Piala Dunia 2022

Walaupun Jepang menawarkan teknologi yang keren untuk Piala Dunia sepakbola 2022, Jepang akhirnya kalah dengan Qatar yang sudah terpilih sebagai tuan rumah untuk World Cup 2022.







Pertanyaannya, apa yang bisa ditawarkan oleh Qatar sebagai tuan rumah World Cup 2022? Setidaknya para pemain bola tidak akan kepanasan walaupun suhu di Qatar sangat panas.



Qatar berencana membuat sebuah awan buatan (artificial cloud) di stadium sepak bola mereka dimana awan tersebut dikontrol melalui remote control dan bisa bergerak untk menutupi arah sinar matahari supaya stadium selalu dalam posisi yang teduh.



Mirip seperti sebuah balon raksasa yang diisi dengan helium dan menggunakan 4 buah mesin yang menggunakan sinar matahari sebagai sumber energinya.



Biaya pembuatan awan buatan ini mencapai US$ 500.000 (sekitar Rp. 5 milyar) untuk satu unitnya.



Friday, March 25, 2011

Google Sediakan Voice Search Berbahasa Indonesia



Google voice search tersedia bahasa Indonesia1 Wow, Google <br />Sediakan Voice Search Berbahasa IndonesiaInilah kabar gembira bagi yang suka browsing internet via ponsel. Kamu akan dimudahkan dengan layanan penelusuran berbasis sensor-suara, Voice Search, yang diluncurkan Google di Jakarta, Rabu (16/3). Dengan fitur baru ini, untuk mencari info tertentu di Internet tidak perlu lagi menuliskan kata kunci. Kamu cukup mengatakan benda, alamat, atau topik yang ingin dicari, dan Google Voice Search akan menyajikannya di layar ponselmu.
Bukan hanya itu, Google juga memilih Indonesia sebagai negara pertama di Asia Tenggara, yang bahasanya telah tersedia dalam layanan penelusuran Voice Search di Internet ini.
Alasan Google, frekuensi penelusuran Internet via ponsel di Indonesia tergolong tinggi. Itulah kejelian Google dalam melihat potensi pasar di Indonesia.
“Menurut data tahun 2010, dari sepuluh penelusuran Internet menggunakan komputer di Indonesia, ada enam hingga delapan kali penelusuran menggunakan ponsel,” kata Derek Callow, kepala pemasaran Google untuk Asia Tenggara.
Google mencatat terdapat 225 juta ponsel digunakan di Indonesia dan 80 persen diantaranya bisa digunakan untuk mengakses Internet.
Sayangnya hanya ponsel yang berplatform Android (versi 2.1 hingga 2.3),Blackberry, dan iPhone yang bisa memanfaatkan Google Voice Search. Bagi pengguna ponsel bersistem operasi Android, aplikasi itu bisa diunduh di Android Market. Bagi pengguna Blackberry dan iPhone bisa mengaksesnya dim.google.co.id/voicesearch.
Cara mengguakan aplikasi itu pun sederhana saja, tinggal menekan ikon ‘Voice Search‘ yang tampilan ikonnya mirip mikrofon, lalu mulai berbicara seperti biasa lalu hasil penelusuran akan segera muncul di layar ponsel.
Selain Bahasa Indonesia, Google penelusuran suara juga telah tersedia dalam 15 bahasa lainnya. [antara]