Sunday, May 10, 2009

Do You Embrace Change?

APAKAH ANDA TERBUKA TERHADAP PERUBAHAN?


Suatu hari, seorang pria menelepon bosnya di rumah, tapi malah dijawab
oleh istri bosnya.

Istrinya berkata, “Maaf, tapi ia meninggal minggu lalu.”

Hari berikutnya, si pria menelepon lagi dan menanyakan bosnya.

Istri bosnya menjawab, “Sudah saya katakan, ia meninggal minggu lalu.”

Hari ketiga, si pria menelepon lagi dan menanyakan Bosnya.

Istri bosnya sangat marah dan berteriak, “Kamu tidak mengerti juga
ya? Saya sudah katakan dua kali – SUAMIKU, BOSMU, MENINGGAL MINGGU
LALU! Mengapa Anda terus menelepon?”

Pria itu tertawa dan berkata, “Karena saya suka saja mendengarnya…”


APAKAH ANDA MENGALAMI KEMACETAN DALAM HIDUP?

Banyak orang seperti pria ini: Mereka menunggu bosnya meninggal.

Ia jelas-jelas membenci bosnya. Karena itu mengapa ia tidak melakukan
sesuatu terhadap kondisi tersebut? Ia bisa saja bicara dengan
bosnya. Ia bisa pindah kerja.

Banyak orang mengalami kemacetan tapi mereka menunggu perubahan
terjadi dengan sendirinya.

Jangan tunggu sampai si bos meninggalkan Anda – apapun arti “bos” bagi
Anda.

Jika Anda ingin hidup Anda berubah, maka Anda harus berubah.

Hari ini, saya ingin menceritakan dua kisah menarik pada Anda.

Yang pertama adalah sebuah kisah yang dikirimkan via email oleh teman-
teman sekitar lebih dari 273 kali.

Oke, saya melebih-lebihkan. Tapi saya yakin Anda juga mempunyai
cerita menarik ini dalam inbox email Anda.

Jika Anda tahu kisah ini, lewati saja, dan baca uraian saya yang
cemerlang, dalam, dan luar biasa sesudah kisah ini. (Paling tidak,
itulah yang dikatakan ibu saya, dan Anda tidak bisa mendebat ibu
saya.)

Jika Anda belum pernah membacanya, silahkan nikmati. Ini ceritanya…


PENGUSAHA DAN NELAYAN

Satu hari seorang nelayan sedang berbaring di sebuah pantai yang indah
dengan alat pancingnya yang diganjal di pasir dan kailnya dibuang ke
dalam ombak biru yang cemerlang.

Ia sedang menikmati hangatnya mentari siang dan harapan tertangkapnya
seekor ikan.

Tak lama kemudian, seorang pengusaha berjalan menyusuri pantai mencoba
untuk melepaskan rasa stres dari hari-hari kerjanya. Ia memperhatikan
si nelayan yang duduk di pantai dan memutuskan untuk mencari tahu
mengapa nelayan ini hanya memancing dan tidak bekerja lebih keras bagi
dirinya dan keluarganya.

“Anda tidak akan mendapat banyak ikan dengan cara itu,” kata si
pengusaha kepada si nelayan, “Anda harusnya bekerja daripada hanya
berbaring di pantai!”

Si nelayan menatap pengusaha itu, tersenyum dan menjawab, “Apa yang
akan saya peroleh?”

“Anda bisa mendapat jala yang lebih besar dan menangkap lebih banyak
ikan!” jawab si pengusaha.

“Dan kemudian apa yang akan saya peroleh?”tanya si nelayan, tetap
tersenyum.

Si pengusaha menjawab, “Anda akan mempunyai uang dan Anda akan mampu
membeli sebuah kapal yang akan menghasilkan tangkapan ikan yang lebih
banyak!”

“Dan kemudian apa yang akan saya peroleh?” tanya si nelayan lagi.

Si pengusaha mulai kesal dengan pertanyaan-pertanyaan si nelayan.

“Anda bisa membeli kapal yang lebih besar dan menggaji beberapa orang
untuk bekerja bagi Anda!” katanya.

“Dan kemudian apa yang akan saya peroleh?” ulang si nelayan.

Si pengusaha menjadi marah. “Tidakkah Anda mengerti? Anda dapat
membangun sebuah armada kapal penangkap ikan, mengarungi seluruh
dunia, dan membiarkan semua karyawan Anda menangkap ikan bagi Anda!”

Sekali lagi si nelayan bertanya, “Dan kemudian apa yang akan saya
peroleh?”

Muka si pengusaha merah padam karena gusar dan berteriak pada si
nelayan, “Tidakkah Anda mengerti bahwa Anda akan menjadi sangat kaya
dan Anda tidak perlu bekerja lagi seumur hidup! Anda dapat
menghabiskan seluruh sisa hari Anda dengan duduk di pantai ini sambil
menikmati matahari terbenam. Anda tidak akan merasa kuatir lagi akan
hidup!”

Si nelayan, tetap tersenyum, hanya memandang ke atas, mengangguk dan
berkata: “Dan menurut Anda apa yang sedang saya lakukan sekarang?”


SUKACITA TERBESAR DALAM HIDUP

Kisah-kisah indah, bukan?

Tapi bolehkah saya menyodok sebuah lubang besar dalam kisah indah ini?

Mari kita pikirkan bersama. Jika si nelayan memutuskan untuk
mengembangkan dan “merumitkan” hidupnya dengan membangun sebuah bisnis
penangkapan ikan yang lebih besar, bukankah ia mampu menyediakan
lapangan pekerjaan, memberi makan banyak keluarga, dan melayani banyak
pelanggan?

Aha.

Saya percaya pertanyaan terbesar dalam hidup bukanlah “Siapa yang
paling merasa senang?”

Pertanyaan terbesar dalam hidup adalah “Siapa yang paling mencintai?”

Merasa puas dengan kondisi Anda adalah luar biasa.

Namun bertumbuh, jika diharuskan oleh cinta, adalah juga luar biasa.

Pada akhirnya, kepuasan dan pertumbuhan adalah penting, tapi bukan
nilai yang paling penting. Yang paling penting adalah cinta!

Ini akan menyelesaikan masalah berikut…


MERASA PUAS DAN MENGINGINKAN PERTUMBUHAN
PADA SAAT YANG BERSAMAAN?

Ini mustahil.

Tapi penekanan ini pada kenyataannya adalah salah satu rahasia dari
kebahagiaan ekstrim.

Anda harus belajar untuk merasa puas dengan apa yang Anda miliki, dan
sering berkata “Terima Kasih”, dan mengambil waktu untuk merayakan dan
mengadakan sebuah pesta. Namun pada tarikan nafas berikutnya,
menginginkan hal-hal yang lebih baik, mengupayakan puncak yang lebih
tinggi, dan terbuka terhadap perubahan.

Bagaimana hal itu mungkin?

Jawabannya adalah cinta.

Sekarang, saya akan ceritakan kisah menarik yang kedua.

Saya yakin Anda belum pernah membaca kisah ini sebelumnya.

Mengapa? Karena saya menulis 75% dari kisah ini. Haha.

Oke, baca dan nikmati!



ANAK SUNGAI DAN ANGIN

Suatu hari, Anak Sungai memandang ke gurun – dan menghela nafas
panjang.

Ia tahu ia sedang mengalami kemacetan. Bagaimana ia dapat
menyeberangi gurun raksasa ini?

Maka Anak Sungai berbicara kepada Angin.

“Tuan Angin, aku perlu nasehatmu. Aku ingin menyeberangi gurun
raksasa ini. Tapi jika aku memasukinya, pasir akan menyerapku dan aku
tidak ada lagi…”

“Itu benar,” Angin berpikir dalam-dalam.

“Karena itu apa yang harus aku lakukan? Engkau lihat, aku mempunyai
sebuah mimpi. Aku ingin bertumbuh. Aku ingin lebih banyak ikan
membuat rumah mereka di dalamku. Aku ingin lebih banyak pohon
menanamkan akar mereka pada pundakku. Aku ingin keluarga-keluarga
bahagia berpiknik di tepi sungaiku. Aku ingin memberkati dunia dengan
cinta yang besar.”

Si Angin tersenyum, “Aku dapat membantumu. Aku dapat menyerapmu dan
membawamu melewati gurun ini.”

Anak Sungai tertegun. Ia berkata, “Tidakkah itu terdengar
mengerikan? Apa maksudnya engkau akan menyerapku?”

“Itu artinya bahwa engkau akan menjadi sebuah awan dan aku akan
membawamu ke sisi lain gurun ini. Sesampainya di sana, engkau akan
menjadi hujan dan engkau akan menjadi Anak Sungai lagi.”

“Aku akan mengubah bentukku? Aku tidak lagi menjadi diriku?”


TAK SEORANGPUN DAPAT MELAWAN PERUBAHAN

“Tuan Anak Sungai, engkau punya tiga pilihan. Pilihan pertamamu
adalah melepaskan mimpimu dan tetap berada di mana engkau sekarang.”

Anak Sungai berkata, “Di luar pilihan. Mimpiku tentang cinta
mendorongku untuk bertumbuh.”

“Pilihan keduamu,” kata Angin, “adalah melewati gurun tanpa mengubah
apapun. Bermimpi tapi mencegah mimpi untuk mengubahmu.”

“Dan apa pilihan ketigaku?”

“Bermimpi dan terbuka terhadap perubahan,” Angin tersenyum.

“Bawa saya, Tuan Angin. Saya siap!” Anak Sungai tertawa.


MERASA NYAMAN DENGAN KETIDAK-TERATURAN

Dengan segera, Angin bergegas ke bawah dan meniup kencang Anak
Sungai. Sedikit demi sedikit dari Anak Sungai mulai berputar ke
atas. Mengerikan. Tidak beraturan!

Untuk sesaat, Anak Sungai kembali dihinggapi oleh rasa takut.

Maka Angin berteriak di tengah kekacauan, “Siapa kamu? Engkau bukan
sebuah Anak Sungai. Engkau adalah Air! Hakekatmu bukanlah wujudmu.
Ketika engkau tahu siapa sesungguhnya dirimu, engkau akan merasa
nyaman di tengah kekacauan. Karena jauh di dalam hatimu, engkau tahu
bahwa tak ada apapun yang akan berubah.”

Air berkata, “Tapi aku masih takut!”

“Cintai dirimu dan cintai mimpimu. Cintai ikan yang akan hidup di
dalammu, pohon-pohon yang akan tertanam di pundakmu, dan keluarga-
keluarga yang akan berpiknik di tepi sungaimu. Dan cinta akan
menyingkirkan semua rasa takutmu.”

Akhirnya, di sisi lain gurun itu, hujan yang turun mengumpulkan
dirinya sendiri ke dalam sebuah Anak Sungai lagi. Ketika ia sudah
lengkap, ia berkata, “Tuan Angin, aku tidak tahu bagaimana berterima
kasih padamu. Engkau telah mengubahku.”

Angin tersenyum, “Tidak, sahabatku. Hanya cinta yang dapat
mengubahmu.”


APA JALAN ANDA?

Kalau begitu, apa mimpi Anda tentang cinta?

Seperti Anak Sungai, Anda juga punya tiga pilihan…


Pilihan #1: BERMAIN KECIL-KECILAN

Suatu hari, seorang wanita datang pada saya mengeluhkan suaminya.

“Ia sudah tidak bekerja selama 6 tahun. Saya yang mencari nafkah
untuk keluarga,” katanya.

“Apa yang ia kerjakan di rumah?” saya bertanya.

“Berdoa dan membaca Alkitab. Dan membaca buku-bukumu!”

Karena itu saya berbicara pada suaminya. Hal pertama yang ia katakan
adalah, “Bo, saya menyukai buku-bukumu. Khususnya tentang
kesederhanaan. Sekarang saya hidup sederhana. Saya begitu puas
dengan hidup saya. Itulah yang Anda tulis, bukan?”

Untuk sesaat, saya berpikir apakah benar saya menulis tentang hal itu!

Kemudian ia mengatakan sesuatu yang menarik. “Anda lihat Bo, sekarang
saya berada di tingkatan hidup dimana saya lebih memilih untuk menjadi
miskin dan dekat pada Tuhan daripada menjadi kaya dan jauh dari
Tuhan.”

Sangat menyentuh? Membuat Anda ingin menangis.

Ya, jika itu bukan dikatakan oleh seorang suami dan ayah yang sudah
tidak bekerja selama 6 tahun.

Baginya, hidup adalah hitam putih. Jika Anda miskin, Anda dekat pada
Tuhan. Jika Anda kaya, Anda jauh dari Tuhan. Tak pernah terpikir
olehnya bahwa mungkin saja menjadi kaya dan dekat pada Tuhan.

Seorang nelayan miskin menangkap ikan yang cukup bagi keluarganya
adalah indah. Sederhana. Nyaman. Damai. Tapi pertanyaannya: Jika
Tuhan memberikan padanya sumber-sumber untuk bertumbuh dan kesempatan
untuk memberi makan lebih banyak orang, tidakkah seharusnya ia
mengambil kesempatan tersebut?

Jika Anda bermain kecil-kecilan karena cinta mengharuskan Anda untuk
bermain kecil-kecilan, sah-sah saja!

Tapi jika Anda bermain kecil-kecilan karena rasa takut, Anda tidak
akan pernah bahagia.


Pilihan #2: BERMIMPI BESAR TAPI TETAP TIDAK BERUBAH

Ada dua tipe inovasi.

Sustaining Innovation dan Disrupting Innovation. (Sustaining
Innovation adalah perubahan dengan mengembangkan apa yang sudah ada,
sedangkan Disrupting Innovation adalah perubahan dengan mengubah apa
yang sudah ada. Jelas bedanya ya? Dan untuk selanjutnya, kami tetap
menggunakan istilah dalam versi aslinya.)

Anggap saja Anda mempunyai sebuah papan seluncur.

Dan mimpi Anda adalah melancong lebih jauh dan lebih cepat.

Sustaining Innovation berarti Anda akan mengembangkan papan seluncur
Anda.

Mungkin Anda memberi lebih banyak minyak pelumas.

Mungkin Anda membuat papan tersebut lebih aerodinamik.

Mungkin Anda mengubah rodanya dengan menggunakan logam titanium.

Mungkin Anda mengikuti kursus dari pakar papan seluncur.

Disrupting Innovation sama sekali berbeda.

Di sini Anda mengajukan pertanyaan yang berbahaya, “Jika saya bisa
mengubah apapun dalam hidup saya, apa yang akan saya ubah agar saya
dapat mencapai mimpi saya?”

Disrupting Innovation berarti menyingkirkan papan seluncur dan
mengambil sebuah motor Harley Davidson 3000 cc!

Hal itu sulit.

Disrupting Innovation percaya bahwa apa yang membawa Anda ke tempat
Anda berada sekarang belum tentu membawa Anda ke tempat yang ingin
Anda tuju.

Di saat orang berbicara tentang perubahan, biasanya mereka berbicara
tentang Sustaining Innovation, bukan Disrupting Innovation.

Jangan salah sangka. Sustaining Innovation sangat penting. Kita
harus melakukannya setiap hari. Namun semua itu tidak cukup.
Khususnya jika Anda punya Mimpi-mimpi Besar.

Karena Mimpi-mimpi Besar mengharuskan Anda terbuka terhadap Perubahan-
perubahan Besar – kata lain dari Disrupting Innovation.

Hal itu membawa kita kepada pilihan ketiga…


Pilihan #3: BERMIMPI BESAR DAN TERBUKA TERHADAP PERUBAHAN BESAR

Saya telah memperhatikan bahwa orang yang terbuka terhadap perubahan
besar adalah mereka yang mengenal diri mereka sendiri terlepas dari
jabatan, status, reputasi, dan predikat mereka. Mereka mengerti
perbedaan antara hakekat dan wujud.

Keluarga rohani saya, Komunitas Light of Jesus, sedang melewati suatu
Disrupting Innovation saat ini. Sebagaimana kami akan memasuki ulang
tahun ke-30 tahun depan, kami sedang menyingkirkan papan seluncur dan
membangun bukan sebuah motor melainkan sebuah roket bagi komunitas
kami!

Karena mimpi kami untuk memuridkan 100.000 orang pada Tahun 2020,
sekarang kami sedang merombak struktur kami, pertemuan-pertemuan kami,
gaya kami – hampir semuanya yang kami sayangi dan yang terkasih bagi
kami. Tak ada yang tak tersentuh.

Oh percayalah, ini merupakan ketidak-teraturan yang tidak bisa
dipercaya! Seperti sebuah kilat yang melewati kami.

Tapi saya sangat bahagia karena sebagian besar pemimpin dan anggota
melewati kekacauan itu dengan damai. Karena mereka tahu hakekat
mereka: mereka adalah orang-orang yang mencintai Tuhan dan sesama.
Hal itu tidak akan pernah berubah.


HEI, SEKARANG GILIRAN ANDA

Lihat hidup Anda sekarang.

1. Dari ketiga pilihan ini, pilihan mana yang Anda ambil?
2. Jika Anda dapat mengubah apapun dalam hidup Anda untuk mencapai
mimpi Anda, apakah yang akan Anda ubah?
3. Adakah Disrupting Innovation yang telah Anda singkirkan?

Percayalah.

Jawaban Anda terhadap pertanyaan-pertanyaan ini akan menunjukkan nasib
Anda.


Semoga impian Anda menjadi kenyataan,

Bo Sanchez

No comments:

Post a Comment